Sabtu, 27 Oktober 2012

Manusia Kelelawar Bukit Bengkawan

Nama Sanggar Bengkawan mungkin tak asing bagi telinga anda. Tapi nama Gunung Bengkawan mungkin masih sedikit asing. Gunung Bengkawan adalah nama sebuah bukit yang terletak di Kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau.
Bukit Bengkawan hampir setiap hari diselimuti awan. Mungkin itu sebabnya ia disebut Bengkawan. Walaupun menurut Christian Mara seorang seniman Dayak Jangkang, nama sebenarnnya buit tersebut adalah Engkawatn. Lambat laun nama ini kemudian dilafalkan menjadi Bengkawan.
Tidak banyak yang tahu, di bukit Bengkawan terdapat sumber air panas. Anda bisa merebus telur telur di mata air itu. Selain itu Bukit Bengkawan memiliki sebuah sungai yang dipercaya sebagai tempat suci. Para balian (tabib/tabib) mandi dan menyucikan diri di sungai itu. Bukit Bengkawan juga sering dijadikan tempat pertapaan. Seorang pertapa bernama Daut, setelah keluar dari pertapaannya banyak membantu menyembuhkan masyarakat dari berbagai penyakit.
Hal lain yang menarik dari Bukit Bengkawan adalah kisah tentang Lubang Dawi. Kisah bermula dari dua kakak beradik yang bernama Dawi dan Dakie. Mereka berdua tinggal dikampung Tayu atau yang sekarang dikenal dengan nama Jangkang.
Dawi dan Dakie sama-sama mencintai seorang gadis. Keduanya lalu terlibat persaingan. Sebagai seorang kakak Dawi merasa takut tersaingi oleh adiknya Dakie. Dawi kemudain mencari akal untuk menyingkirkan Dakie.
Ia membawa adiknya pergi ke bukit Engkawatn untuk mencai nyoyupm (kelelawar) di sebuah gua. Dengan berbekal lampu minyak, Dakie mendapat tugas masuk ke dalam gua dengan dibekali oleh tali. Karena memang berniat untuk membunuh Dakie, Dawi kemudian memutuskan tali yang dibawa oleh Dakie.
Akibatnya Dakie tidak bisa keluar dari gua. Ia mulai hilang kendali dan mulai gelisah bagaimana cara untuk keluar dari lubang gua itu. Berhari-hari ia mencari jalan keluar namun tidak ketemu.
Hari demi hari dilaluinya sampailah bertahun-tahun ia berada di dalam gua itu dalam kesendiriannya. Dakie kemudian mencoba berkomunikasi dengan makhluk-makhluk di sekitarnya. Mahluk-mahluk tersebut mulai jinak dan mereka mulai berteman akrab.
Dakie kemudian meminta bantuan para makhluk-makhluk itu untuk keluar dari lubang gua. Mereka membuat lubang baru. dengan menggali tanah siang dan malam. Usaha ini terus dilakukan hingga lubang tersebut menembus ke lumbung padi sebuah keluarga suatu kampung bernama Romun di wilayah Sarawak Malaysia.
Dakie mulai keluar dari lubang gua dan senang dapat melihat kembali kondisi matahari. Namun ia ketakutan saat seorang gadis mendekati lumbung untuk mengambil padi tempat ia sembunyi. Dakie tidak menyadari dirinya telah berubah dengan kulit berwarna putih pucat karena bertahun-tahun tidak pernah terkena sinar matahari. Selain itu mukanya lebih mirip monyet karena telah dipenuhi janggut.
Saat bertemu dengan Dawie gadis yang mengambil padi terkejut ketakutan. Ia berlari tunggang langgang memanggil seluruh orang kampung Romun untuk melihat apa yang terjadi di lumbung padinya.
Orang kampung berkumpul disana dan menangkap Dakie. Mereka memutuskan untuk membunuh Dakie karena ia berbeda dan aneh dari manusia lainnya. Dengan ketakutan Dawie menyimak pembicaraan mereka. Karena ada kesamaan bahasa, Dakie mulai berani bicara dengan menyatakan dirinya berasal dari kampung Jangkang yang ada di wilayah Indonesia. Karena ia mulai bicara dan menceritakan kisah demi kisah yang dialaminya selama masih di Jangkang.
Dengan haru warga kampung Romun menyimak cerita yang menyedihkan itu dan mulai saat itu ia diangkat menjadi warga kampung Romun secara resmi. Sejak kejadian itu ia dihormati warga kampung. Dakie bahkan dinikahkan dengan gadis yang ditemuinya di lumbung padi.
Hari demi hari berganti hingga tahun pun berganti. Dakie ingin kambali ke kampung halamannya untuk menemui Dawi abangnya. Dawi tidak lagi mengenal Dakie. Dawi mengganggapnya lebih sebagai kawan bisnis karena Dakie mengajaknya berbisnis madu.
Mereka berdua kemudain pergi ke hutan mencari pohon tapang (pohon yang dihinggapi lebah untuk bersarang). Dawi kemudian memanjat setelah membuat tapak-tapak dari bambu sampai pada puncak pohon. Setelah Dawi naik ke atas, Dakie memotong dan melepaskan tangga-tangga tadi sehingga Dawi tidak bisa turun. Dakie dibawah berteriak dengan keras mengatakan dirinya adalah Dakie adik yang pernah hendak dibunuhnya di dalam lubang gua kelelawar dulu.
Dawi terkejut dan ketakutan. Ia sadar pernah hendak membunuh adiknya Dakie di lubang kelelawar. Kemudian Dakie menyuruh Dawi turun. Karena tidak tahu bagaimana cara turun, Dakie menyuruh Dawi untuk menggunakan cawatnya. Usai memberikan petujuk Dakie kemudian pulang ke kampung.
Dawi sendiri dengan cepat melepaskan tali cawatnya untuk diikatkan kepinggang mengelilingi pohon Tapang. Karena ukuran cawatnya yang kecil, Dawi tidak bisa sampai ke bawah. Akibatnya ia jatuh dan mati.
Setelah kematiannya Dakie kembali ke Romun kampung isterinya. Karena kejahatan Dawi, orang Romun benci terhadap Dawi dan keturunannya. Hingga sekarang bila ada orang Jangkang pergi ke kampung Romun Malaysia pasti ditanya dulu apakah orang Jangkang Dawi atau Jangkang Dakie. Bila yang datang dari keturunan Jangkang Dawi maka tidak akan mendapat pelayanan sama sekali. Namun bila dari Jangkang Dakie maka ia sangat istimewa dilayani orang Romun dan dihormati keberadaannya. Sementara lubang gua yang berada di bukit Engkawatn itu sampai saat ini tetap ada dan dikenal dengan nama Lubang Dawi.

0 komentar:

Poskan Komentar

Posting Lama ►
 

Blogroll

Blogger news

Blogger templates

Copyright © 2012. dayaksite.co.cc - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz